Tampilkan postingan dengan label Hipnosis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hipnosis. Tampilkan semua postingan

SINOSPIR | Kolaborasi Harmonis Sebagai Pendekatan dalam Pelatihan Pengembangan Kepribadian

SINOSPIR

Kolaborasi Harmonis Sebagai Pendekatan dalam Pelatihan Pengembangan Kepribadian


Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan sebuah asset yang sangat besar dan sangat potensial untuk mencapai kesuksesan. Baik kita berbicara dalam konteks berbangsa dan bernegara; bisnis dan industri; pendidikan; hingga budaya. Baik untuk diri sendiri maupun untuk institusi atau bangsa ini. Berbagai bidang di bumi ini, meski telah ditemukan berbagai teknologi yang sangat canggih sekalipun, manusia tetap memiliki peran sentral dalam menentukan arah peradaban ini. Maka sangat cocoklah ketika terdapat peribahasa asing yang menyatakan bahwa sebuah kesuksesan tergantung dari the man behind the gun dan the right man on the right place.

Manusia sebagai agen kesuksesan, hendaknya mendapatkan perhatian khusus, baik dari dirinya sendiri maupun dari institusi tempatnya bernaung. Perhatian untuk masalah SDM ini hendaknya tidak melulu pada hal fisik dan kesejateraan ekonomi saja. Seperti yang selama ini telah dilakukan. Justru perhatian dalam hal pengembangan kualitas kepribadian tidak kalah pentingnya. Karena sekarang saatnya untuk lebih mengalihkan konsentrasi pada hal ini.

Pemikiran sederhana dapat dijelaskan melalui peribahasa “lebih baik memberi kail daripada ikan”. Peribahasa ini sangat baik sekali, karena mengajarkan untuk tidak menggantungkan diri dari hasil orang lain, namun lebih berupaya untuk mencari hasil sendiri. Fenomena ini sekarang telah banyak berlaku dan cukup berhasil. Hal ini terlihat dari mind set masyarakat, baik yang muda hinga yang tua untuk selalu berkarya dan bekerja mendapatkan hasil sendiri. Namun perilaku yang terjadi tersebut menjadi stagnasi. Upaya yang dilakukan untuk bertahan hidup selalu melalui jalan yang sama. Pada kondisi ini, hendaknya perlu diberikan tambahan pada peribahasa kita tadi, yaitu mengajarkan bagaimana caranya menggunakan kail secara efektif (dengan inovasi terbaru) sehingga mendapatkan ikan dalam jumlah yang besar. Lalu bagaimana caranya mengolah ikan yang telah ditangkap sehingga dapat dimakan sendiri dengan sehat, serta selebihnya dapat memiliki nilai ekonomi yang dapat menjadi modal hidup yang lebih baik.

Beberapa perusahaan telah melakukan langkah fenomenal ini, yaitu memberikan pelatihan-pelatihan yang bermanfaat untuk aplikasi tugasnya juga untuk mengembangkan kepribadian. Sehingga karyawan perusahaan tersebut tidak hanya mampu “memancing” secara konvensional atau bahkan tradisional, namun juga secara professional dan inovatif. Biasanya, orang-orang yang sering mengikuti pelatihan-pelatihan ini menjadi orang yang memiliki motivasi kerja dan motivasi hidup yang tinggi; disamping rasa percaya diri dan kreativitas yang maksimal.

Alangkah baiknya pada masa sekarang dan berikutnya semakin banyak perusahaan dan institusi pendidikan, baik sekolah maupun kampus, memberikan kesempatan SDM-nya untuk mengembangkan kepribadian, khususnya melalui pelatihan-pelatihan. Sehingga SDM yang besar ini mampu “memancing” dengan professional dan memberikan nilai ekonomis yang tinggi pada hasil pancingannya.

Saat ini telah banyak dirancang berbagai pendekatan untuk mengembangkan kepribadian. Berbagai tokoh dan latar belakang pemikiran telah melahirkan bermacam pendekatan dan metode untuk lebih mengoptimalkan performa SDM. Salah satu pendekatan yang cukup efektif adalah perpaduan dari tiga pendekatan yang sudah terlebih dulu ada, yaitu psikologi, hipnosis dan spiritual. Tiga pendekatan ini menurut saya adalah kolaborasi yang luar biasa untuk membantu setiap orang mengembangkan kepribadian.

Salah satu pendekatan yang menjadi rujukan utama adalah pendekatan psikologi. Beberapa orang menganggap ini sebagai ilmu jiwa, namun sebenarnya ini adala ilmu tentang perilaku manusia. Beberapa orang pula beranggapan bahwa ini adalah pendekatan untuk orang yang sakit jiwa, meski demikian ini juga merupakan pendekatan untuk mengembangkan kepribadian. Dengan menggunakan pendekatan ini, seseorang akan diajak untuk melakukan refleksi pada dirinya sendiri, mencoba menelusuri pengalaman-pengalaman serta emosi yang disadarinya. Kemudian mencari pangkal dan pemicu hambatan mental (mental block) atau penghambat berkembangnya kepribadian yang dialami seseorang. Lalu seseorang tersebut diarahkan untuk merancang strategi dengan tujuan membebaskan diri dari mental block. Akhirnya seseorang tersebut diarahkan untuk membuat komitmen untuk melakukan langkah-langkah yang telah dirancangnya sendiri untuk membebaskan diri.

Seringkali seseorang mengalami hambatan dalam mengembangkan kepribadian atau membongkar mental block pada dirinya. Meskipun orang tersebut telah merancang langkah-langkah dan memiliki komitmen. Hambatan ini biasanya disebabkan oleh dominasi pikiran sadar yang menguasai potensi luar biasa pada pikiran bawah sadar. Hal ini dilatar belakangi oleh serangkaian paradigma yang telah ditanamkan sejak seseorang pertama kali menerima stimulus ketika kecil. Paradigma ini membentuk pola pikir yang seringkali susah maupun membutuhkan waktu yang cukup lama untuk merubahnya. Untuk lebih melancarkan proses mengembangkan kepribadian, maka perlu dilakukan upaya dengan menggunakan pendekatan hipnosis. Hipnosis merupakan sebuah pendekatan untuk menyampaikan pesan-pesan positif pada pikiran bawah sadar seseorang. Sehingga pikiran bawah sadar akan berkolaborasi dengan pikiran sadar untuk memunculkan perilaku yang diharapkan, yaitu bebas dari mental block. Sebagian masyarakat menganggap hipnosis sebagai seseuatu yang menakutkan, karena berita di media masa yang menyatakan tindak kriminal dengan cara hipnosis. Padahal seseorang dapat di-hipnosis ketika orang tersebut bersedia untuk di-hipnosis. Hipnosis akan gagal ketika pesan-pesan yang disampaikan tidak sesuai dengan nurani atau nilai-nilai orang yang bersangkutan. Misalnya seseorang di-hipnosis untuk pindah agama. Maka hal ini tidak akan berhasil. Maka hipnosis sebenarnya bukan merupakan hal yang menakutkan. Justru pendekatan ini cukup efektif untuk membantu seseorang yang masih kesulitan untuk membebaskan diri dari mental block.

Dalam rangka seseorang melakukan upaya untuk mengembangkan kepribadian serta membebaskan diri dari mental block, seringkali dalam pikiran diliputi keraguan akan hasil yang akan didapatkan. Pada dasarnya setiap keberhasilan berbagai macam hal adalah ditentukan oleh seseorang yang melakukannya. Keberhasilan berbagai hal ditentukan oleh keyakinan seseorang ketika dan setelah melakukan upaya. Seringkali terjadi bahwa sebuah upaya yang sempurna menjadi gagal karena keraguan orang yang melaksanakan. Keraguan dan kepasrahan yang bersemayam dalam pikiran seseorang, akan memancarkan gelombang pada semesta, sehingga memicu hokum tarik menarik (law of attraction). Oleh sebab itu, pendekatan yang ideal untuk dilakukan setelah melakukan pendekatan psikologi dan hipnosis adalah memasrahkan segala hasil usaha pada Tuhan pencipta semesta. Semakin optimis seseorang terhadap keberhasilan, maka ia akan memacarkan gelombang positif dari otaknya, yang kemudian berdampak pada munculnya perilaku optimis dan semesta akan merespos positif. Sehingga usaha yang dialkukan dapat berhasil. Begitu pula sebaliknya.
Kolaborasi tiga pendekatan ini, yaitu psikologi, hipnosis dan spiritual atau saya singkat dam saya jadikan istilah SINOSPIR, merupakan pendekatan yang luar biasa untuk membantu seseorang maupun sekumpulan orang yang ingin mengembangkan kepribadian. Dari berbagai latar belakang pendidikan, usia dan profesi. Seseorang akan diajak untuk mengeksplorasi pikiran sadarnya, pikiran bawah sadarnya serta berani pasrah pada Tuhan pencipta semesta.

-oktastika-

Hipnosis untuk Anak Play Group dan Taman Kanak-Kanak


Hipnosis Untuk Anak Play Group dan Taman Kanak-Kanak

–Seri 1
Menulis Rapi

Kali ini saya akan bercerita tentang proses hypnosis pada anak berusia 3-6 tahun, atau anak-anak pada usia Play Group (PG) dan Taman Kanak-kanak TK. Kali ini saya yakin Anda sudah memahami makna hypnosis. Sehingga saya tidak perlu lagi menceritakan panjang lebar tentang hypnosis. Namun, jika ada diantara Anda yang belum pernah mengetahui hypnosis dalam arti yang sebenarnya, maka saya sarankan Anda untuk membaca dulu artikel saya sebelumnya dengan judul “Hipnosis Itu Menyenangkan”. Sehingga dalam obrolan kita berikutnya akan terhindar dari salah persepsi, antara saya dan Anda.

Meski saya seorang motivator dan hypnotherapist, namun jujur saja, saya kurang tertarik pada penanganan anak-anak. Apalagi pada usia PG & TK. Meski saya memiliki pengetahuan yang cukup, namun saya lebih tertarik untuk menangani anak-anak pada usia akhir Sekolah Dasar (SD) hingga orang dewasa.

Cerita saya kali ini, berdasarkan pada kisah nyata seorang sahabat saya, yang juga kebetulan menjadi kekasih saya, yang telah lebih dari 7 tahun berprofesi sebagai praktisi pendidikan anak. Kebetulan dia saat ini sedang menjadi salah satu pengajar PG dan TK di salah satu sekolah PG & TK favorit di Surabaya. Untuk lebih mengenal sobat saya tercinta, yang sangat kompeten di bidang anak-anak, silahkan klik di http://www.balitamembaca.blogspot.com . Singkat cerita tentang sobat saya tercinta ini, sebut saja namanya Nita, kami adalah teman satu kampus ketika sama-sama belajar psikologi di salah satu PTS di Surabaya. Kami sering kali bertukar pikiran tentang profesi kami masing-masing. Disamping berbagi ilmu, kami juga pernah sama-sama belajar hypnosis pada salah seorang psikolog di Surabaya. Namun kebetulan hanya saya yang meneruskan pada tingkatan lebih lanjut pada salah satu sekolah hypnosis ternama di Surabaya.

Saya sangat terinspirasi tentang cerita-cerita dari Nita, tentang bagaimana ia memberikan treatment pada anak didiknya. Sangat unik dan lucu sekali. Dan mungkin sangat sedikit para pendidik yang menggunakan teknik seperti Nita.

Selain ia adalah seorang sarjana psikologi, ia juga pernah belajar hypnosis, termasuk mendapat transfer ilmu dari saya tentunya (he…he…he…). Sehingga ia menggunakan teknik-teknik psikologi yang dikolaborasikan dengan teknik hypnosis, dan menghasilkan sebuah teknik baru. Dan menurut saya, belum ada yang memberi nama pada teknik tersebut. Sangat unik dan lucu. Maka dari itulah, saya, dengan seijin Nita tentunya, ingin berbagi cerita tentang bagaimana memberikan perlakuan pada putra-putri Anda atau anak didik Anda. Sehingga dapat memberikan dampak yang luar biasa pada anak dan meringankan kerja Anda tentunya. Karena saya yakin pada usia-usia ini istilah umumnya adalah masa “lucu-lucunya”, sekaligus juga “nakal-nakalnya” bahkan “menjengkelkan”.

Terdapat banyak cerita nantinya. Setiap cerita dilatar belakangi kasus-kasus unik yang mungkin sering pula terjadi pada anak Anda atau anak didik Anda. Khusus kali ini, saya akan bercerita tentang salah seorang muridnya yang bernama Ulin (bukan nama sebenarnya).
Ulin adalah anak bungsu dari 2 bersaudara. Kakaknya selisih usia 4 tahun darinya. Ulin merupakan anak yang tomboy, dan cenderung malas. Sangat berbeda dari kakaknya yang cantik, bersemangat dan meraih berbagai penghargaan, sejak PG.

Cerita utamanya disini adalah Ulin memiliki tulisan tangan yang jelek. Jika hal ini dibiarkan, khawatirnya ia akan mendapat nilai jelek di sekolah. Kebetulan Nita dipercaya oleh orang tua Ulin untuk memberikan tambahan jam belajar di rumah.

Kasus yang dialami Ulin ini sempat menjadi bahan diskusi kami selama beberapa bulan. Karena Nita harus melakukan observasi. Dan kami bersama-sama mencari penyebabnya.
Akhirnya kami sepakat bahwa Ulin sebenarnya adalah anak yang pintar dan rajin. Karena ada indikasi ke arah tersebut. Khususnya sering kali tulisan Ulin bagus ketika les private dengan Nita. Kami menduga konsep diri Ulin yang menyebabkan ia menulis dengan asal-asalan dan terlihat jelek. Karena ia sering dimarahi oleh orang tuanya serta dibanding-bandingkan dengan prestasi kakaknya di sekolah.

Sejak itu, kami menyusun langkah-langkah memberikan sugesti pada Ulin. Maka setiap akhir sesi les prifat. Nita selalu mengajak Ulin latihan konsentrasi. Dengan mengatakan kurang lebih demikian :
“Ulin, sekarang latihan konsentrasi”.
“Coba dengarkan Bu Nita”.
“Mulai sekarang Ulin jadi anak pinter”.
“Anak pinter itu tulisannya bagus dan rapi”
“Ulin anak yang hebat. Soalnya Ulin pinter”.
“Anak pinter itu tulisannya bagus dan rapi”
“Mama-Papa mesti seneng lihat Ulin jadi anak pinter”
“Mulai sekarang, setiap Ulin nulis, tulisannya jadi bagus dan rapi”.
“Soalnya Ulin anak pinter”.
“Mulai sekarang, setiap di sekolah, atau dirumah, tulisan Ulin jadi bagus dan rapi”.

Kurang lebih seperti itulah sugesti yang diberikan.
Kemudian, kira-kira setelah 7 kali diberikan sugesti demikian, mulailah terjadi perubahan dahsyat. Tulisan Ulin berubah sama sekali. Tulisan Ulin berubah menjadi jauh lebih bagus dan rapi, dibanding sebelumnya.

Hal ini membuat heran gurunya di sekolah. Ulin yang selalu diperingatkan karena tulisannya jelek, sekarang telah berubah. Orang tua Ulin pun menjadi bangga, karena masalah yang sebelumnya menjadi beban pikiran mereka, sekarang sudah terselesaikan.
Kemudian, sugesti ini tetap diberikan secara berkala, sebagai penguat hingga permanent.

Pengalaman Nita ini, semoga dapat menjadi inspirasi untuk Anda dalam memberikan perlakuan pada anak Anda atau anak didik Anda. Karena, dengan mematuhi hukum-hukum kerja pikiran bawah sadar, kita dapat memberikan perlakuan yang berdampak luar biasa pada anak. Dan untuk kita, menjadi lebih menghemat tenaga, daripada untuk memarahi anak, yang mungkin dapat memunculkan trauma.

Oktastika Badai Nirmala, S.Psi, CHt
http://mediasugesti.blogspot.com

Hypnoteaching 2

Selamat datang kembali.
Ketika Anda bersedia membaca artikel ini, membuktikan bahwa Anda adalah seorang guru atau pendidik yang memiliki dedikasi yang tinggi pada profesi Anda. Anda adalah seorang profesional yang memiliki visi mencerdaskan anak didik Anda. Lebih dari sekedar mencari status kepegawaian atau sertifikasi. Salut untuk Anda. Bravooooo……..

Berikut ini saya akan berbagi cerita tentang cara menyajikan materi pelajaran dengan sebuah teknik yang diistilahkan dengan “hypnoteaching”. Yaitu menyajikan materi pelajaran dengan menggunakan bahasa-bahasa bawah sadar. Sehingga perhatian siswa akan tersedot secara penuh pada materi Anda. Sama persis seperti ketika Anda yang laki-laki, ketika mengendara kendaraan di jalan. Kemudian tiba-tiba ada sorang cewek secantik Luna Maya menyebrang jalan dengan pakaian yang menempel lekat pada seluruh bagian lekuk tubuhnya. Sehingga tanpa Anda sadari perhatian Anda selama sekian detik akan tertuju pada cewek cantik tersebut. Betulkah demikian ? Bisa Anda bayangkan bila cewek cantik tersebut menghampiri Anda dan mengajak Anda berbincang. Seberapa kuat Anda berpaling dari cewek cantik tersebut ??

Atau serupa dengan Anda yang perempuan, ketika berjalan di sebuah shopping center kemudian melihat baju yang begitu anggun sedang terpajang di etalase sebuah toko pakaian. Atau sebuah papan pengumuman besar yang digantung di depan pintu toko, dengan tulisan Big Sale 75% Off. Berapa detik perhatian Anda secara spontan tersedot pada pajangan tersebut ? Bayangkan lebih lagi jika ada pramuniaganya yang ramah menyapa Anda dan berkata “silahkan ibu / mbak. Silahkan pilih yang ibu / mbak suka. Setiap pembelian 3 buah barang akan mendapat bonus voucher belanja senilai Rp 100rb”. Pertanyaan saya, Seberapa kuat Anda berpaling dari hal tersebut ?

Hal-hal yang sangat menarik bukan ? Ya itulah yang terjadi ketika sebuah pesan disampaikan melalui bahasa bawah sadar. Sehingga Anda akan memperhatikan dan enggan untuk berpaling. Anda merasa sangat senang dan bahagia ketika itu. Meski sebelumnya Anda tidak memiliki rencana untuk “memelototi” cewek cantik atau membeli baju.

Hal itulah yang bisa juga Anda lakukan pada anak didik Anda. Yaitu membuat mereka memberikan perhatian yang tinggi pada pelajaran Anda, bersemangat dan bahagia ketika mengikuti sesi pelajaran Anda. Bukan seperti kebanyakan yang sering terjadi. Mengikuti sesi pelajaran karena terpaksa dan tertekan.

Untuk melakukan hypnoteaching, hanya diperlukan langkah-langkah sederhana namun jitu. Seperti jurus bela diri tai chi yang lemah gemulai namun sangat power full untuk menghajar lawan.

Untuk menjadi ahli dalam hypnoteaching, diperlukan latihan yang wajib dilakukan sesering mungkin ketika menyajikan sesi pelajaran. Dengan menerapkan langkah-langkah dasar yang akan saya ceritakan berikutnya, Anda akan bisa setara dengan para trainer atau motivator top Indonesia, bahkan dunia. Seperti Anda ketahui, para motivator dan trainer SDM, selalu bisa membuat audience-nya antusias selama mengikuti sesinya. Disamping dapat memberikan stimulasi-stimulasi pencerahan, yang dapat menjadi bekal berharga pasca mengikuti sesi. Selain pula …………….ssssssssssttttt…………..tarifnya muahaaaal.

Apakah Anda bersedia untuk meng-upgrade diri Anda menjadi semakin luar biasa seperti itu ???

Berikut ini adalah langkah-langkah dasar yang wajib dilakukan agar dapat menguasai jurus menjadi guru yang setara dengan motivator dunia. Langkah-langkah tersebut adalah :

1. Niat dan motivasi dalam diri Anda.

Kesuksesan seseorang tergantung pada niat seseorang untuk bersusah payah dan bekerja cerdas untuk mencapai kesuksesan tersebut. Niat yang besar akan memunculkan motivasi yang tinggi, serta komitmen untuk concern dan survive pada bidang yang Anda tekuni. Sehebat apapun metode yang saya ceritakan, sesukses apapun orang-orang yang telah melaksanakan teknik ini, tanpa niat yang besar dari Anda, maka Anda hanya menjadi Anda yang sekarang. Tidak bertambah dan berkembang kualitasnya. Sebaliknya, jika Anda memiliki niat yang besar untuk mempelajari dan melatih hypnoteaching, maka Anda akan membuktikan sendiri betapa dahsyatnya metode ini.
Saran saya, lakukan saja sesuatu yang Anda yakin akan dapat mengembangkan kualitas diri Anda. Termasuk hypnoteaching. Abaikan suara-suara dan perasaan-perasaan yang menghambat untuk maju.

2. Pacing.

Langkah kedua ini adalah langkah yang sangat penting. Pacing berarti menyamakan posisi, gerak tubuh, bahasa, serta gelombang otak dengan orang lain, atau siswa Anda.

Prinsip dasar disini adalah “manusia cenderung, atau lebih suka berkumpul / berinteraksi dengan sejenisnya / memiliki banyak kesamaan”. Mengertikah Anda tentang maksud saya ini ?
Misalnya Anda menghadiri sebuah pertemuan seluruh warga di tempat tinggal Anda. Dimana terdapat beberapa strata usia, diantaranya bapak-bapak, ibu-ibu, remaja, anak-anak. Misalnya mereka datang dari berbagai penjuru secara acak, dan kemudian dipersilahkan dengan bebas untuk memilih tempat duduk. Kira-kira apakah bapak-bapak, ibu-ibu, remaja dan anak-anak duduk secara membaur dan acak ? Atau mereka cenderung berkumpul sesuai usianya ? Bapak-bapak memilih untuk ngobrol dengan sesame bapak-bapak. Sedang ibu-ibu juga memilih melakukan hal yang sama. Remaja dan anak-anak pun akhirnya sibuk bercanda dengan sesamanya. Benar demikian ?
Belum lagi para penggemar sepak bola akan ngobrol seru dengan sesama penggemar sepak bola. Penggemar gossip pun akan berkumpul dengan orang-orang yang sama-sama suka gossip.

Secara alami dan naluriah, setiap orang pasti akan merasa nyaman dan senang untuk berkumpul dengan orang lain yang memiliki kesamaan dengannya. Seperti misalnya Anda yang berprofesi sebagai guru / pendidik. Jika Anda boleh memilih, pasti Anda lebih nyaman berkumpul dan ngobrol bersama sesama guru / pendidik meski dari usia yang berbeda-beda, daripada Anda berkumpul dengan para anggota DPR atau pengusaha pabrik yang kaya raya, atau mungkin para gembel. Jika Anda merasa nyaman berkumpul dengan orang pada golongan tertentu, hal tersebut berarti Anda memiliki banyak kesamaan dengan orang-orang dalam golongan tersebut. Coba anda renungkan………

Kesamaan-kesamaan diantara beberapa orang, akan memancarkan gelombang otak yang sama. Sehingga orang-orang dalam golongan itu akan merasa nyaman berada di dalamnya. Dengan kenyamanan yang bersumber dari kesamaan gelombang otak ini, maka setiap pesan yang disampaikan dari orang satu pada orang-orang yang lain akan dapat diterima dan dipahami dengan sangat baik.

Sama dengan siswa-siswa kita. Jika mereka membenci sesi pengajaran Anda, berarti gelombang otak Anda belum setara dengan mereka. Anda dan para siswa Anda belum “click”. Meskipun usia Anda jauh lebih tua daripada siswa Anda, namun gelombang otak dapat disetarakan dengan melakukan atau seakan-akan melakukan dan berfikir seperti siswa Anda.

Dalam hal ini, Anda wajib mengalah terlebih dahulu. Dalam arti Andalah yang harus menyesuaikan gelombang otak Anda pada siswa Anda. Bukan sebaliknya siswa Anda yang menyesuaikan gelombang otak Anda.

Cara-cara melakukan pacing pada siswa Anda :
  • Bayangkan Anda adalah seusia siswa-siswa Anda. Disamping juga melakukan aktivitas dan merasakan hal-hal yang dialami siswa-siswa Anda pada masa SEKARANG. Bukan pada saat Anda masih sekolah dulu.
  • Gunakan bahasa yang sesuai dengan bahasa yang sering digunakan oleh siswa-siswa Anda. Kalau perlu gunakan bahasa gaul yang sedang trend di kalangan siswa-siswa Anda.
  • Lakukan gerakan-gerakan dan mimik wajah yang sesuai dengan tema bahasan Anda.
  • Sangkutkan tema pelajaran Anda dengan tema-tema yang sedang trend di kalangan siswa-siswa Anda.
  • Selalu update pengetahuan Anda tentang tema, bahasa hingga gossip terbaru yang sedang trend di kalangan siswa Anda.
Dengan melakukan hal-hal tersebut, maka tanpa sadar gelombang pikiran Anda telah sama dengan para siswa. Akibatnya adalah siswa-siswa Anda merasa nyaman untuk bertemu dengan Anda.
Jika hal ini telah terjadi, maka bersiaplah untuk melakukan langkah berikutnya.

3. Leading.

Leading berarti memimpin atau mengarahkan setelah proses pacing Anda lakukan. Jika Anda melakukan leading tanpa didahului dengan pacing, hal itu sama saja dengan memberikan perintah pada siswa Anda dengan resiko siswa Anda melakukannya dengan terpaksa dan tertekan. Hal ini akan berakibat pada penolakan siswa Anda pada diri Anda. Atau lebih kongkritnya adalah siswa Anda akan lebih senang dan gembira ketika Anda menderita sakit sehingga tidak dapat mengajar pada jam Anda. Maukah Anda menjadi guru yang demikian ?? Saya yakin Anda ingin sebaliknya.
Setelah Anda melakukan pacing, maka siswa Anda akan merasa nyaman dengan Anda. Pada saat itulah hampir setiap apapun yang Anda ucapkan atau tugaskan pada siswa Anda, maka siswa Anda akan melakukannya dengan suka rela dan bahagia.

Anda bagaikan kekasih bagi siswa Anda (bukan berarti melibatkan romantisme). Dalam arti, siswa Anda akan selalu menantikan sesi pelajaran Anda. Sesulit apapun materi Anda, maka pikiran bawah sadar siswa Anda akan menangkap materi pelajaran Anda adalah hal yang mudah. Jika siswa Anda yakin bahwa pelajaran Anda adalah mudah, maka sesulit apapun soal ujian yang diujikan, akan ikut menjadi mudah, dan siswa Anda akan dapat meraih prestasi belajar yang gemilang. Menakjubkan bukan ?

4. Gunakan kata positif.

Langkah berikutnya adalah langkah pendukung dalam melakukan pacing dan leading. Penggunaan kata positif ini sesuai dengan cara kerja pikiran bawah sadar yang tidak mau menerima kata negative. Contohnya adalah sebagai berikut, perhatikan kalimat saya berikut ini :

“Bapak – ibu guru sekalian. Saya minta Anda untuk jangan pernah sekali-kali membayangkan kelinci memakai topi. Saya ulangi lagi bahwa Anda tidak diperkenankan sama sekali untuk membayangkan kelinci memakai topi. Karena Anda saat ini benar-benar dilarang keras untuk membayangkan kelinci memakai topi. Sekali lagi saya ingatkan jangan pernah mencoba untuk membayangkan kelinci memakai topi”.

Apa yang terjadi ? Apakah Anda malah sempat membayangkan kelinci yang memakai topi ? Padahal saya telah bilang jangan pernah, tidak diperkenankan, dilarang keras, dan jangan pernah mencoba. Namun yang terjadi adalah Anda semakin membayangkan.

Jika Anda ingin lebih membuktikan hal ini, bacakan kalimat tersebut pada rekan kerja Anda, atau pada siswa Anda. Saya yakin akan banyak sekali yang tertawa terbahak-bahak, karena terbayang betapa lucunya kelinci memakai topi.

Itulah yang terjadi pada pikiran bawah sadar manusia, yaitu tidak menerima kata negative. Jika ada kata negative, maka yang diterima adalah kata dibelakang kata negative tersebut. Sedangkan kata negative-nya diabaikan. Misalnya kalimat “jangan ramai”, maka yang ditangkap adalah “ramai”.

Maka yang terjadi siswa Anda malah ramai.

Anda bisa lakukan percobaan kecil pada anak yang berusia dibawah 5 tahun. Karena pada usia ini pikiran sadarnya belum terbentuk sempurna. Sehingga masih didominasi oleh pikiran bawah sadar. Ketika anak usia dibawah 5 tahun menangis, coba katakan “jangan nangis”, maka yang terjadi adalah ia menangis semakin keras.
Dalam hal ini, sebaiknya cari padanan kata yang positif. Misalnya “jangan ramai” diganti “tenang” atau “diam”.
Saya yakin Anda, sebagai guru pasti lebih kreatif dalam memilih padanan kata daripada saya.

5. Berikan pujian.

Pujian merupakan reward peningkatan harga diri seseorang. Pujian merupakan salah satu cara untuk membentuk konsep diri seseorang. Maka berikanlah pujian dengan tulus pada siswa Anda. Khususnya ketika ia berhasil melakukan atau mencapai prestasi. Sekecil apapun bentuk prestasinya, tetap berikan pujian. Termasuk ketika ia berhasil melakukan perubahan positif pada dirinya sendiri, meski mungkin masih berada di bawah standart teman-temannya, tetaplah berikan pujian. Dengan pujian, seseorang akan terdorong untuk melakukan yang lebih dari sebelumnya.

Dalam memberikan pujian, hindari pula kata penghubung negative. Misalnya : tapi, namun, cuma saja, dan lain sebagainya. Karena penggunaan kata-kata tersebut akan membuat pujian Anda sia-sia dan terkesan mengolok-olok.

Contohnya kalimat seperti ini :
“Adi, kamu itu anak yang pandai, ibu / bapak seneng sekali punya murid seperti kamu. Tapi sayangnya kamu kurang memperhatikan kerapian pakaianmu”.
Bayangkan jika anda sendiri dipuji orang dengan kalimat seperti itu. Pernahkah Anda dipuji dengan kalimat seperti itu ? Saya yakin pernah. Coba Anda ingat dan rasakan kembali pada saat anda dipuji dengan kalimat seperti itu. Dapatkah Anda rasakan seakan-akan Anda merasa bangga ketika awal kalimat itu diucapkan. Dan kemudian seakan-akan ada perisai besar dan tebal menyelimuti diri Anda, ketika kata “tapi” diucapkan ? Coba bayangkan kembali.
Jika pujian digabungkan dengan kritik atau saran, maka yang lebih tertangkap adalah bentuk penyerangan pada harga diri orang yang di puji. Bukannya meningkatkan harga diri, malah menjatuhkan. Memang ini adalah hal yang sepele dan sering terjadi. Namun efeknya sangat besar dalam system psikologis seseorang.

Cara untuk menghindari kata penghubung negative adalah dengan menghilangkan kata penghubung tersebut. Misalnya “Kamu sebetulnya adalah siswa yang pandai, sangat membanggakan. Akan lebih membanggakan lagi kalau kamu lebih memperhatikan kerapian penampilanmu”. Dengan demikian perisai pelindung harga diri belum sempat keluar, namun sudah keburu pesan perbaikan (kritik) masuk dalam program bawah sadarnya.

6. Modeling.

Modeling adalah proses memberi tauladan melalui ucapan dan perilaku yang konsisten. Hal ini sangat perlu dan menjadi salah satu kunci hypnoteaching. Setelah siswa menjadi nyaman dengan Anda, kemudian dapat Anda arahkan sesuai yang Anda inginkan, dengan modal kalimat-kalimat positif. Maka perlu pula kepercayaan (trust) siswa pada Anda dimantapkan dengan perilaku Anda yang konsisten dengan ucapan dan ajaran Anda. Sehingga Anda selalu menjadi figure yang dipercaya.

Sangat mudah bukan. Metode ini sangat dahsyat jika Anda terapkan pada siswa Anda. Atau jika Anda berkenan, Anda juga dapat menerapkannya pada rekan kerja Anda, istri/suami Anda, putra-putri Anda, orang tua Anda, tetangga Anda.
Sekali lagi saya ingatkan, bahwa metode ini sangat dahsyat mempengaruhi pikiran lawan bicara Anda. Terlebih jika Anda selalu melatihnya setiap saat. Namun jika artikel ini hanya Anda maknai hanya sebagai pengetahuan, maka Anda akan mendapatkan sebuah wacana yang luar biasa.
Akhirnya, saya mengucapkan selamat mencoba metode terdahsyat masa ini. Metode yang dapat membuat siswa Anda menjadi senang bersekolah, dan menjadi insan cerdas yang luar biasa.
Salam Sukses Dari Saya……..


Ditulis oleh :
Oktastika Badai Nirmala, S.Psi, CHt
www.mediasugesti.blogspot.com
mediasugesti@yahoo.com

Hypnoteaching 1

Bayangkan pada suatu ketika terdapat sebuah kelas pada sebuah sekolah. Bayangkan seluruh siswanya adalah anak-anak yang luar biasa (meskipun semua orang di lingkungannya melihat mereka sebagai anak-anak yang biasa-biasa saja). Bayangkan wajah-wajah siswa yang begitu ceria. Karena mereka sangat senang bersekolah. Mereka datang tepat waktu dan sering menuntut sang guru untuk memberikan waktu tambahan untuk pelajaran. Mereka sangat berbeda dari siswa-siswa pada umumnya di negeri ini. Para siswa di kelas ini sangat gemar sekali mengikuti setiap sesi pelajaran di sekolah. Hingga mereka akan kecewa jika harus bertemu dengan hari libur. Hingga mereka akan benar-benar bersedih jika ada guru yang berhalangan. Bukan pura-pura bersedih karena norma yang telah diajarkan. Sangat berbeda dari siswa-siswa kebanyakan, yang akan selalu menunggu hari libur. Atau bersorak dalam hati ketika ada guru yang berhalangan.

Cerita tersebut adalah harapan setiap pendidik. Dan saya katakan sebenarnya karena cerita tersebut adalah cerita rekaan. Karena mungkin saat ini hanya ada di negri antah berantah.

Ketika saya menyajikan sesi empowerment untuk meningkatkan semangat belajar di beberapa sekolah, saya menemukan kesamaan pada setiap siswa. Yaitu setiap siswa akan sangat senang ketika menghadapi hari libur, dan sangat gembira jika guru pengajarnya berhalangan hadir. Mereka lebih senang mengikuti aktivitas non akademis daripada aktivitas belajar akademis. Andaikata ada yang sangat menyukai, jumlahnya dapat dihitung dengan jari. Kenapa hal tersebut bisa terjadi ? Atau mungkin sebenarnya jika dijawab dengan jujur dari lubuk hati yang paling dalam. Hal tersebut juga terjadi pada Anda ketika masa sekolah dulu ? Sangat merindukan waktu liburan, atau bahkan membuat hari libur sendiri ketika seharusnya hari aktif mengikuti pelajaran ? Atau bahkan bersorak gembira ketika ada guru yang berhalangan hadir ?

Kejadian tersebut selalu terjadi. Sejak Anda menjadi siswa, hingga kini giliran anak atau cucu Anda yang menjadi pelajar. Pertanyaannya adalah mengapa siswa lebih menyukai hari libur daripada hari aktif ? Mengapa siswa lebih memilih membaca komik daripada buku pelajaran ? Mengapa siswa lebih gemar nonton konser musik daripada mengikuti sesi tambahan pelajaran di sekolah ?

Coba sekarang bayangkanlah Anda kembali menjadi siswa. Bayangkan kondisi tersebut beberapa puluh tahun yang lalu. Kira-kira apa yang membuat anda tertarik. Jawab dengan jujur dari lubuk hati seorang pelajar. Bercanda bersama teman atau berdiskusi tentang pelajaran dengan guru Anda ?

Ya…. Pasti. Banyak dari Anda yang lebih senang menghabiskan waktu untuk bercanda dengan teman daripada berdiskusi tentang pelajaran.

Pertanyaannya kembali saya utarakan. Mengapa hal tersebut terjadi ? Anda pasti telah bisa menjawabnya sendiri. Menjawab dengan jujur dan penuh perasaan. Bahwa kegiatan belajar dan segala hal yang berkaitan dengan itu adalah hal yang membosankan, memuakkan, dan berbagai sebutan negative lainnya. Apakah betul demikian ?....

Jika hal ini diteruskan, maka bangsa ini akan berada pada status quo perkembangan pemikiran. Ketika ilmu pengetahuan menjadi sesuatu yang memuakkan, dan hura-hura adalah sesuatu yang selalu dibutuhkan. Maka akan lahirlah generasi hura-hura yang terbelakang. Sangat primitive bukan ??

Berikutnya saya akan berbagi cerita dengan Anda, yang berprofesi sebagai pendidik atau guru yang professional. Saya akan curhat pada Anda tentang sebuah strategi membuat siswa-siswa anda menjadi lebih senang belajar daripada membaca komik. Sebuah cara yang revolusioner, yang diramu dari berbagai rahasia kesuksesan umat manusia, rangkaian ilmu yang telah dilakukan dan dikembangkan sejak ribuan tahun yang lalu. Trik yang sangat jitu dan telah dilakukan oleh orang-orang modern untuk mencapai kesuksesan dalam karirnya. Sebuah formula yang membuat siswa-siswa Anda tercengang dan kagum setengah mati pada mata pelajaran yang Anda sajikan. Hingga siswa-siswa Anda lebih memilih untuk mengikuti jam tambahan mata pelajaran Anda, daripada nonton konser artis idola.

Trik yang akan saya bagikan ini sebenarnya adalah rahasia orang-orang yang telah sukses pada karirnya. Dan sekarang ingin saya bagikan pada Anda. Kemudian dapat Anda simpan dan jadikan sebagai pusaka kesuksesan Anda dalam mendidik. Atau bahkan Anda ajarkan pada rekan Anda, yang memiliki visi yang sama dengan Anda.

Rahasia ini sangat bernilai tinggi. Karena ketika Anda mengetahuinya, kemudian melatih kemampuan Anda tersebut dari waktu ke waktu. Maka Anda akan menjadi seorang pendidik yang dahsyat. Mungkin malah Anda bisa menjadi rebutan banyak institusi sekolah atau instansi untuk diajak bekerjasama dalam rangka meningkatkan kualitas pengetahuan anak didik.
Oleh sebab itu, rahasia ini akan saya berikan pada Anda yang BENAR-BENAR INGIN MENJADI PENDIDIK YANG PROFESIONAL. Khusus untuk Anda yang memiliki dedikasi yang tinggi di dunia pendidikan.

Jika Anda berprofesi sebagai pendidik hanya untuk mengejar status kepegawaian, atau mencari sertifikasi, saya sarankan segera tutup artikel ini, dan lanjutkan aktivitas browsing Anda. Karena Anda akan merasa sangat TIDAK NYAMAN. Sekali lagi TIDAK NYAMAN jika Anda tetap membaca artikel ini.

Meski demikian, jika Anda adalah pendidik yang selalu ingin MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN DIRI ANDA. Ataupun Anda memiliki komitmen dalam hati untuk MENCERDASKAN ANAK DIDIK Anda secara tulus dan ikhlas. Saya sarankan untuk tetap membaca lanjutan artikel ini. Karena saya akan lebih dalam bercerita pada Anda tentang HYPNOTEACHING. Sebuah pusaka yang akan membawa Anda pada kesuksesan gemilang sebagai pendidik. Di akhir tulisan ini, saya mengutarakan apresiasi yang tinggi pada Anda, serta saya persilahkan untuk melanjutkan pada lanjutan artikel ini dengan judul “Hypnoteaching 2”.

Terimakasih.

Ditulis oleh :
Oktastika Badai Nirmala, S.Psi, CHt
www.mediasugeesti.bloggspot.com
mediasugesti@yahoo.com

Hipnosis Itu Menyenangkan

Istilah hypnosis atau hipnotis, merupakan sebuah istilah yang sudah umum diucapkan dan menjadi bahan perbincangan. Mungkin ANDA sendiri pernah mendiskusikannya.
Hypnosis, yang oleh lidah orang sini sering disebut dengan hipnotis telah menjadi fenomena yang menarik.

Saya yakin ANDA, sudah pernah mendengar kata ”hipnotis” bukan ?! Menurut ANDA, apakah hipnotis itu ?..... Pernahkah ANDA di-hipnotis sebelumnya ?..... Maukah ANDA, saya hipnotis ?.....

Jawaban ANDA pada pertanyaan-pertanyaan tersebut mencerminkan pendapat ANDA tentang hipnotis. ANDA mungkin merasa familiar dengan hipnotis dan merasa senang jika dihipnotis. Karena ANDA mungkin pernah merasakan betapa nikmatknya di-hipnotis. Merasakan sensasi relaksasi yang sangat dalam, dimana ANDA dapat melepaskan seluruh beban pikiran dan perasaan anda, dan kemudian menemukan isnpirasi dan semangat hidup yang lebih besar dari sebelumnya. Sehingga ANDA merasa bahagia setelah di-hipnotis.

Atau, ANDA menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan jawaban-jawaban kekhawatiran dan ketakutan. ANDA merasa takut jika nantinya ANDA akan di-hipnotis yang menyebabkan pikiran ANDA menjadi lemah, sehingga ANDA akan menyerahkan uang dan harta ANDA dengan sukarela, yang nantinya akan ANDA sesali sendiri. Dan kemudian ANDA mengaku telah kena ”gendam”. Apakah ANDA pernah kena gendam sebelumnya ? Atau ANDA hanya tahu berita dan cerita tentang gendam ? Sehingga ANDA merasa takut dan khawatir jika mendengar kata ”hipnotis”.

Berbagai informasi, baik secara langsung maupun tidak melalui media massa, telah menyajikan informasi tentang hipnotis, baik yang digunakan untuk terapi kesehatan, meningkatkan motivasi, hingga yang disalah gunakan untuk kejahatan.

Meski demikian, hipnotis merupakan sebuah hukum alam yang wajar. Sebuah hukum alam yang merupakan anugrah Tuhan Yang Maha Kuasa. Seperti hukum gravitasi, yang membuat segala benda yang ada di bumi ini selalu tertarik ke bawah. Miringkanlah sebuah teko yang terdapat penuh air di dalamnya. Maka air itu akan tumpah. Sediakan gelas berisi gula dan teh di dalamnya. Maka ANDA telah siap menikmati segelas teh manis yang sangat segar.

Gravitasi merupakan hukum alam yang wajar. Mengetahui cara kerja gravitasi, membuat hidup ANDA menjadi menyenangkan. Contohnya teh manis yang segar tadi. Kurangnya pengetahuan tentang gravitasi membuat hidup ANDA menjadi kacau balau. Bayangkan ANDA memiringkan teko yang penuh air, tanpa menyiapkan gelas di bawahnya. Maka meja ANDA akan basah, dan ANDA harus kerja ekstra untuk mengeringkannya.

Hipnotis sebagai hukum alam yang bekerja pada pikiran manusia, memiliki sifat seperti hukum gravitasi. Hipnotis yang merupakan bagian dari hukum alam, diciptakan Tuhan untuk membantu manusia menjadi lebih mudah mencapai kesuksesan dan mencapai kebahagiaan dalam hidup. Apapun agamanya, apapun keyakinannya, dari ras apapun, dari belahan bumi sebelah manapun, hipnotis pasti ada disitu. Mungkin bukan dengan istilah hipnotis. Namun ketika diri seseorang, atau mungkin ANDA pernah mengalami ketika batin ANDA menjadi begitu tenang, sehingga seakan anda mendapatkan pencerahan/hidayah, misalnya ketika sholat Tahajud pada dini hari hingga tanpa terasa ANDA meneteskan air mata, atau seperti anda berhasil memahami sesuatu yang telah lama anda cari maknanya sehingga anda merasa bahagia, hingga ketika ANDA sedang menikmati pertandingan sepak bola dan tiba-tiba berteriak kegirangan ketika tim favorit anda berhasil mencetak gol. Itu semua adalah hipnotis. Yaitu ketika konsentrasi ANDA terfokus pada suatu hal, hingga anda tidak menyadari hal lain pada saat yang sama juga sedang berlangsung.

Bagi orang yang mengerti tentang hipnotis, dan mungkin sekarang ANDA sudah termasuk orang yang mengerti tentang hipnotis, hipnosit merupakan sesuatu yang menyenangkan. Coba saja ANDA tanyakan pada orang-orang yang telah mengetahui tentang hipnotis, ”apakah saudara mau dihipnotis ?” saya yakin mereka akan menjawab ”ya, mau”. Ada beberapa alasan mengapa ornag-orang yang telah mengetahui ilmu tentang hipnotis bersedia untuk dihipnotis :
  • Alasan 1 : Di-hipnotis itu enak. Kita dapat menurunkan gelombang otak hingga level teta, dimana akan sangat terasa sensasi relaksasi yang begitu nikmat.
  • Alasan 2 : Hipnotis akan berhasil jika orang yang di-hipnotis bersedia untuk di-hipnotis. Jadi jika orang yang meng-hipnotis berniat jahat, dan memberikan sugesti yang buruk untuk kita, maka kita bisa kapan saja membuka mata dan memarahi orang berniat jahat tadi.
Sehingga hipnotis sangat aman dan nyaman, terlebih jika ANDA memahami cara kerjanya. Tidak perlu khawatir atau takut untuk mencoba dan mempelajari hipnotis. Carilah informasi yang lebih banyak tentang hipnotis. Anda bisa menghubungi saya melalui email saya.

Hipnotis, atau bahasa yang lebih betul adalah hipnosis, adalah hukum alam yang sangat wajar, sewajar grafitasi yang membuat ANDA dapat berjalan diatas tanah dengan mantab.

By :
Oktastika Badai Nirmala, S.Psi, CHt
www.mediasugesti.blogspot.com
mediasugesti@yahoo.com